wikiberita.net Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, melakukan inspeksi mendadak terhadap jajanan takjil di kawasan Menara Kagungan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan makanan yang dijual kepada masyarakat aman dan layak dikonsumsi.
Dalam sidak tersebut, Wagub Idah didampingi oleh Kepala serta tim Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Gorontalo, juga Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan otoritas pengawasan pangan ini menunjukkan keseriusan dalam menjaga keamanan konsumsi masyarakat.
Langkah pengawasan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam melindungi warga dari potensi bahaya bahan tambahan pangan berbahaya yang kerap menjadi perhatian menjelang momen meningkatnya aktivitas jual beli takjil.
Pengujian Sampel Secara Langsung
Dalam kegiatan tersebut, petugas mengambil sampel jajanan dari sejumlah pedagang yang berjualan di lokasi. Total terdapat 18 sampel makanan dan minuman yang diuji secara cepat di tempat menggunakan alat deteksi khusus.
Pengujian difokuskan pada kandungan zat berbahaya seperti boraks, formalin, dan rodamin. Ketiga bahan tersebut sering menjadi sorotan karena berisiko terhadap kesehatan jika digunakan secara tidak sesuai aturan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel dinyatakan negatif. Tidak ditemukan kandungan zat berbahaya pada makanan maupun minuman yang diperiksa.
Pewarna Aman dan Sesuai Standar
Beberapa pedagang mengakui menggunakan pewarna dalam produk yang dijual. Namun, berdasarkan hasil uji, pewarna tersebut termasuk kategori yang diizinkan dan aman untuk konsumsi.
Wagub Idah menyampaikan apresiasi kepada para pedagang yang telah menjaga kualitas produknya. Menurutnya, kesadaran pelaku usaha dalam menggunakan bahan yang sesuai standar menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Keamanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga pelaku usaha dan konsumen. Edukasi mengenai bahan tambahan pangan yang aman terus digencarkan agar praktik usaha berjalan sesuai ketentuan.
Pentingnya Pengawasan Berkala
Sidak ini menjadi bukti bahwa pengawasan pangan dilakukan secara aktif dan berkala. Pemeriksaan mendadak dinilai efektif untuk memastikan pedagang tetap mematuhi aturan yang berlaku.
BBPOM Gorontalo menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan pada momen tertentu, tetapi juga secara rutin di berbagai lokasi. Upaya ini bertujuan meminimalkan potensi penggunaan bahan berbahaya dalam produk pangan.
Pengawasan yang konsisten diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan jajanan yang beredar di pasaran.
Edukasi bagi Pedagang dan Konsumen
Selain melakukan pengujian, tim pengawas juga memberikan edukasi langsung kepada pedagang mengenai pentingnya penggunaan bahan yang aman dan sesuai standar.
Pedagang diimbau untuk membeli bahan baku dari sumber yang jelas serta memperhatikan tanggal kedaluwarsa. Penyimpanan dan pengolahan makanan juga harus mengikuti prinsip kebersihan dan keamanan.
Masyarakat sebagai konsumen pun diingatkan untuk lebih selektif dalam memilih jajanan. Warna makanan yang terlalu mencolok atau tekstur yang tidak wajar bisa menjadi indikator yang perlu diwaspadai.
Komitmen Pemerintah Daerah
Wagub Idah menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mengawal keamanan pangan. Perlindungan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama, terutama ketika aktivitas konsumsi meningkat.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, BBPOM, dan pelaku usaha menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem pangan yang aman.
Dengan adanya pengawasan seperti ini, masyarakat diharapkan merasa lebih tenang saat membeli jajanan di ruang publik.
Menjaga Kepercayaan Publik
Hasil pengujian yang menunjukkan seluruh sampel aman menjadi kabar baik bagi masyarakat. Kepercayaan publik terhadap jajanan lokal dapat meningkat ketika pengawasan dilakukan secara transparan dan terbuka.
Langkah sidak ini juga menjadi pengingat bahwa keamanan pangan harus dijaga bersama. Pedagang yang patuh aturan berkontribusi pada citra positif usaha kecil dan menengah di daerah.
Upaya menjaga keamanan pangan bukan hanya soal regulasi, tetapi juga soal kesadaran kolektif untuk melindungi kesehatan generasi.
Melalui inspeksi ini, pemerintah daerah menunjukkan komitmen nyata dalam memastikan jajanan yang dikonsumsi masyarakat bebas dari bahan berbahaya. Pengawasan yang konsisten dan edukasi berkelanjutan menjadi kunci agar keamanan pangan tetap terjaga di tengah aktivitas ekonomi yang dinamis.

Cek Juga Artikel Dari Platform carimobilindonesia.com
