wikiberita.net Universitas Muhammadiyah Surakarta kembali menunjukkan komitmennya sebagai ruang dialektika intelektual dengan menggelar Kajian Webinar Series ke-56. Forum ini mengangkat tema besar tentang ketegangan global dan erosi peradaban, sebuah topik yang dinilai semakin relevan di tengah dinamika geopolitik, krisis ekonomi, serta ancaman perubahan iklim.
Webinar tersebut menghadirkan Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy sebagai narasumber utama. Selain menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Salatiga, ia juga dikenal sebagai Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah. Perspektif yang dibawanya menggabungkan pendekatan akademik dan nilai-nilai Muhammadiyah dalam membaca situasi dunia yang semakin kompleks.
Acara dibuka oleh Wakil Rektor III UMS, Dr. Mutohharun Jinan, yang menegaskan pentingnya forum intelektual untuk merespons perubahan global. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan refleksi kritis atas persoalan kemanusiaan yang meluas.
Ketegangan Global sebagai Tantangan Peradaban
Dalam paparannya, Prof. Zakiyuddin menyoroti bahwa dunia saat ini menghadapi fase ketegangan multidimensi. Konflik geopolitik antarnegara, persaingan ekonomi global, serta polarisasi politik menjadi gambaran nyata dari ketidakstabilan yang terus berlangsung.
Situasi tersebut tidak hanya berdampak pada aspek politik dan ekonomi, tetapi juga pada struktur sosial dan nilai-nilai kemanusiaan. Ketika kepentingan nasional dan blok kekuatan mendominasi, ruang dialog dan solidaritas global cenderung menyempit.
Ia menilai bahwa ketegangan global bukan sekadar persoalan perebutan pengaruh, melainkan juga refleksi dari krisis moral dan peradaban yang lebih dalam.
Krisis Ekonomi dan Ketimpangan Sosial
Aspek ekonomi menjadi sorotan penting dalam diskusi tersebut. Ketidakpastian pasar global, fluktuasi harga energi, serta tekanan inflasi di berbagai negara memperlihatkan rapuhnya sistem ekonomi dunia.
Ketimpangan antara negara maju dan berkembang semakin nyata. Distribusi kekayaan yang tidak merata memperbesar jurang sosial, memicu ketidakadilan, dan berpotensi menimbulkan instabilitas.
Dalam perspektif Muhammadiyah, keadilan sosial merupakan prinsip fundamental yang harus diperjuangkan. Ekonomi tidak boleh semata-mata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada kemaslahatan umat.
Ancaman Perubahan Iklim dan Tanggung Jawab Moral
Perubahan iklim menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian khusus. Krisis lingkungan tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan jangka panjang, melainkan ancaman nyata yang memengaruhi kehidupan manusia saat ini.
Bencana alam yang semakin sering terjadi, degradasi lingkungan, dan eksploitasi sumber daya secara berlebihan menunjukkan bahwa model pembangunan global perlu ditinjau ulang.
Muhammadiyah, sebagai gerakan Islam modern, menekankan pentingnya etika lingkungan dalam pembangunan. Tanggung jawab menjaga bumi bukan hanya kewajiban pemerintah, tetapi juga komitmen kolektif umat manusia.
Perspektif Muhammadiyah dalam Membaca Krisis
Prof. Zakiyuddin menekankan bahwa Muhammadiyah memandang krisis global sebagai panggilan untuk memperkuat nilai keadaban dan kemanusiaan. Gerakan ini tidak hanya berfokus pada dakwah spiritual, tetapi juga pada transformasi sosial.
Prinsip amar ma’ruf nahi munkar diterjemahkan dalam konteks modern sebagai upaya membangun tatanan masyarakat yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Forum seperti webinar ini menjadi ruang untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan analisis ilmiah terhadap persoalan global.
Peran Perguruan Tinggi dalam Era Disrupsi
Wakil Rektor III UMS dalam sambutannya menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi pusat refleksi kritis. Di tengah arus informasi dan disrupsi teknologi, institusi pendidikan memiliki tanggung jawab untuk membentuk cara pandang yang bijak dan berimbang.
Mahasiswa dan akademisi didorong untuk tidak hanya memahami fenomena global, tetapi juga menawarkan solusi berbasis nilai dan riset.
Webinar ini menjadi bagian dari upaya UMS untuk menjaga tradisi intelektual yang responsif terhadap isu-isu aktual.
Refleksi atas Erosi Peradaban
Diskusi mengenai erosi peradaban menyoroti pentingnya menjaga nilai moral dan etika dalam kehidupan publik. Kemajuan teknologi dan ekonomi tidak selalu sejalan dengan peningkatan kualitas kemanusiaan.
Ketika solidaritas melemah dan kepentingan sempit mendominasi, risiko fragmentasi sosial semakin besar. Oleh karena itu, pembaruan nilai dan penguatan etika menjadi kebutuhan mendesak.
UMS melalui forum ini mengajak peserta untuk melihat krisis global bukan sekadar ancaman, tetapi juga peluang memperbaiki arah peradaban.
Dengan pendekatan yang menggabungkan perspektif keislaman dan analisis akademik, webinar ini menjadi ruang refleksi mendalam. Di tengah ketegangan geopolitik, ketidakpastian ekonomi, dan ancaman iklim, nilai-nilai keadaban dan tanggung jawab moral diharapkan menjadi fondasi dalam membangun masa depan yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan.

Cek Juga Artikel Dari Platform jelajahhijau.com
