Perpisahan Emosional di Layar Kaca
Hari Jumat menjadi momen yang penuh emosi di dunia jurnalistik Argentina. Sandra Borghi, salah satu jurnalis paling dikenal di layar kaca, resmi mengucapkan perpisahan dengan stasiun televisi El Trece setelah mengabdikan dirinya selama 25 tahun. Perpisahan itu terjadi secara langsung dalam program Berita Tengah Hari, meninggalkan kesan mendalam bagi rekan kerja maupun pemirsa setia.
Tangis Sandra pecah saat sebuah laporan kilas balik ditayangkan, menampilkan perjalanan panjangnya di dunia jurnalistik. Mulai dari liputan eksklusif, momen penting nasional, hingga dinamika ruang redaksi yang membentuknya sebagai profesional. Saat kamera kembali menyorot wajahnya, emosi tak lagi terbendung.
“Butuh waktu lama bagi saya untuk mengambil keputusan ini,” ucap Sandra dengan suara bergetar, sembari menggenggam tangan rekan pembawa acara, Luis Otero. “Saya pikir hari ini tidak akan pernah tiba, tapi ternyata hari itu datang.”
Dua Puluh Lima Tahun yang Mengubah Hidup
Dalam pernyataannya, Sandra Borghi merefleksikan perjalanan panjang yang telah ia lalui bersama El Trece dan Artear. Ia mengingat bagaimana dirinya masuk ke stasiun televisi itu sebagai seorang profesional muda dan keluar sebagai pribadi yang jauh lebih matang.
“Sudah 25 tahun. Saya masuk sebagai satu orang, dan keluar sebagai orang yang berbeda,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa El Trece bukan hanya tempat bekerja, tetapi juga ruang belajar, ruang gagal, dan ruang untuk bangkit kembali.
Menurut Sandra, kanal tersebut memberinya kesempatan besar untuk berkembang, baik sebagai jurnalis maupun sebagai manusia. Ia belajar menghadapi tekanan, membuat kesalahan, lalu memperbaikinya. Semua proses itu membentuk identitas profesionalnya hari ini.
Nasihat yang Menjadi Titik Balik
Di tengah perpisahan itu, Sandra mengingat satu nasihat penting dari seniornya, Santo Biasatti, yang hingga kini masih terpatri kuat dalam ingatannya.
“Saya ingat Santo Biasatti pernah berkata kepada saya, ‘Ini bukan olahraga untuk diam di tempat. Kamu harus bergerak’,” kenangnya.
Nasihat itulah yang akhirnya menjadi dorongan kuat dalam mengambil keputusan besar tersebut. Menurut Sandra, intuisi profesionalnya mengatakan bahwa sudah waktunya untuk berpindah dan memulai sesuatu yang baru.
“Saya merasa ini saatnya untuk melangkah ke tempat lain. Ini bukan keputusan yang mudah, tapi saya tahu saya harus bergerak,” tuturnya dengan jujur.
Tim Redaksi sebagai Keluarga
Sandra Borghi tak lupa menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh tim redaksi dan kru di balik layar. Baginya, mereka bukan sekadar rekan kerja, melainkan keluarga yang telah membersamainya selama seperempat abad.
“Saya memiliki tim terbaik di dunia. Mereka adalah keluarga saya,” ucapnya penuh haru. Ia menegaskan bahwa setiap hal yang terlihat di depan kamera adalah cerminan dari kerja keras dan kebersamaan di belakang kamera.
Menurut Sandra, kekuatan utama program berita bukan hanya pada pembawa acara, tetapi pada solidaritas tim yang bekerja dengan dedikasi tinggi setiap hari.
Mimpi Sang Ayah yang Terwujud
Dalam momen yang paling menyentuh, Sandra juga mengenang sang ayah. Ia mengungkapkan bahwa bekerja bersama Luis Otero di program berita tersebut adalah salah satu mimpi besar ayahnya yang akhirnya terwujud.
“Ayah saya ingin saya membawakan siaran berita ini bersama Luis Otero,” katanya sambil menatap rekan kerjanya. “Misi itu tercapai, di antara banyak misi lain yang saya raih di saluran ini.”
Pernyataan tersebut menambah lapisan emosional pada perpisahan itu, memperlihatkan bahwa keputusan Sandra bukan hanya tentang karier, tetapi juga tentang perjalanan hidup dan keluarga.
Isu di Balik Kepergian Sandra Borghi
Perpisahan Sandra Borghi tak lepas dari berbagai spekulasi. Beberapa hari sebelumnya, jurnalis hiburan Ángel de Brito mengungkap adanya ketegangan antara Sandra dan manajemen El Trece.
Dalam program LAM di América TV, De Brito menyebut bahwa konflik internal mulai muncul sejak beberapa waktu lalu. Ia menyinggung persoalan pembatasan aktivitas streaming serta perbedaan pandangan editorial di ruang redaksi.
“Masalahnya ada pada saluran dan khususnya pada siaran berita,” ungkap De Brito. Ia juga menambahkan bahwa terdapat diskusi dengan manajemen berita yang akhirnya memengaruhi keputusan Sandra.
Meski demikian, Sandra sendiri tidak secara terbuka membenarkan ataupun membantah isu tersebut. Dalam perpisahannya, ia memilih fokus pada rasa syukur dan kenangan positif selama berkarier di El Trece.
Langkah Baru di Dunia Jurnalistik
Spekulasi mengenai masa depan Sandra Borghi pun mulai bermunculan. Jurnalis Pablo Montagna mengungkap bahwa Sandra dikabarkan akan bergabung dengan LN+, menggantikan posisi Horacio Cabak. Namun, hingga kini informasi tersebut belum dikonfirmasi secara resmi.
Jika kabar tersebut benar, langkah ini akan menjadi babak baru dalam karier Sandra, sekaligus menandai transisi penting dalam lanskap media Argentina.
Akhir dan Awal yang Baru
Perpisahan Sandra Borghi dengan El Trece bukan sekadar akhir dari satu pekerjaan, melainkan penutup dari sebuah era panjang yang penuh dedikasi. Air mata, kenangan, dan rasa syukur berpadu dalam satu momen yang akan dikenang oleh publik Argentina.
Keberanian untuk melangkah, seperti yang ia sampaikan sendiri, menjadi pesan utama dari perpisahan ini. Bagi Sandra Borghi, berpindah bukan berarti meninggalkan masa lalu, melainkan menghormatinya sambil membuka pintu menuju masa depan.
Baca Juga : Harga Emas Antam Naik Rp8.000, Sentuh Rp2,49 Juta
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : capoeiravadiacao

