Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti perayaan Malam Natal di Kabupaten Tulungagung. Momentum keagamaan ini tidak hanya menjadi perayaan spiritual bagi umat Kristiani, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang mempererat persaudaraan lintas iman. Dalam semangat tersebut, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, didampingi Wakil Bupati Ahmad Baharudin, melaksanakan anjangsana Natal ke sejumlah gereja pada Rabu malam.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin Pemerintah Kabupaten Tulungagung setiap perayaan Natal. Namun lebih dari sekadar tradisi tahunan, anjangsana ini menjadi simbol nyata kehadiran pemerintah daerah dalam menjamin keamanan, kelancaran, serta kondusivitas pelaksanaan ibadah umat beragama.
Tiga Gereja, Satu Pesan Kebersamaan
Dalam kunjungan Malam Natal tersebut, rombongan kepala daerah menyambangi tiga titik ibadah utama. Lokasi pertama adalah Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Kelurahan Kenayan. Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Kelurahan Jepun. Kunjungan ditutup di Gereja Katolik Santa Maria yang berada di Kelurahan Bago.
Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, perwakilan organisasi kemasyarakatan, serta Forum Kerukunan Umat Beragama disambut hangat oleh para pendeta, pastor, dan jemaat. Suasana ibadah berlangsung khusyuk, namun tetap diwarnai keakraban dan dialog penuh rasa saling menghormati.
Kunjungan ini juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaat yang tengah menjalankan ibadah. Kehadiran unsur pemerintah dan aparat keamanan di tengah masyarakat menjadi pesan kuat bahwa negara hadir untuk semua golongan tanpa membedakan latar belakang keyakinan.
Natal sebagai Fondasi Kerukunan
Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu Wibowo menegaskan bahwa keberagaman yang ada di Kabupaten Tulungagung merupakan kekuatan utama dalam membangun daerah. Ia menilai kerukunan antarumat beragama bukan hanya modal sosial, tetapi juga fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan kemajuan wilayah.
“Melalui momentum Natal ini, saya mengajak seluruh umat untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas daerah, memperkuat persatuan, serta mendukung program-program pembangunan demi kemajuan Kabupaten Tulungagung,” ujar Bupati di hadapan jemaat.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada kebijakan dan infrastruktur, tetapi juga pada harmonisasi sosial dan rasa saling percaya antarwarga.
Refleksi Akhir Tahun dan Harapan Baru
Lebih jauh, Bupati Gatut Sunu mengajak umat Kristiani memaknai Natal sebagai momentum refleksi bersama, terutama menjelang akhir tahun. Natal dinilai sebagai waktu yang tepat untuk meninjau kembali perjalanan satu tahun terakhir, sekaligus menyiapkan diri menyongsong tantangan di tahun mendatang.
“Menjelang berakhirnya tahun 2025 dan menyongsong tahun 2026, marilah kita menjadikan Natal sebagai momentum refleksi, memperbaharui komitmen, serta menumbuhkan semangat baru dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” tuturnya.
Ajakan tersebut tidak hanya ditujukan kepada umat Kristiani, tetapi juga menjadi pesan universal bagi seluruh masyarakat Tulungagung agar terus menjaga semangat kebersamaan dan optimisme.
Peran Forkopimda dan Elemen Masyarakat
Kegiatan anjangsana Natal ini juga mencerminkan sinergi yang solid antara pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh agama, dan masyarakat. Kolaborasi ini menjadi garda terdepan dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama perayaan hari besar keagamaan.
Perwakilan Forkopimda yang turut hadir memastikan seluruh rangkaian ibadah berlangsung aman dan tertib. Kehadiran aparat bukan untuk membatasi, melainkan memberikan rasa tenang agar masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk.
Komitmen Jangka Panjang Pemkab Tulungagung
Pemkab Tulungagung menegaskan bahwa komitmen terhadap toleransi dan kerukunan tidak berhenti pada momen Natal semata. Prinsip saling menghormati antarumat beragama akan terus menjadi bagian dari kebijakan dan pendekatan pembangunan daerah.
Kegiatan anjangsana ini juga menjadi ruang dialog informal antara pemerintah dan masyarakat, sehingga aspirasi warga dapat terserap dengan lebih baik. Pendekatan humanis semacam ini dinilai efektif dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Kesimpulan
Kunjungan Natal Bupati Tulungagung bersama Forkopimda ke sejumlah gereja menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kerukunan, keamanan, dan stabilitas sosial. Natal tidak hanya dirayakan sebagai hari besar keagamaan, tetapi juga sebagai momentum memperkuat persatuan dan kepedulian bersama.
Melalui anjangsana ini, Pemkab Tulungagung menunjukkan bahwa toleransi beragama bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang terus dijaga dan dirawat demi terciptanya kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan berkelanjutan.
Baca Juga : 68 Warga Binaan Lapas Tangerang Terima Remisi Natal 2025
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : musicpromote

