wikiberita – Komisi B DPRD Yogyakarta tengah menyiapkan strategi baru untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata di kawasan Candi Prambanan. Sektor ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari dampak pandemi, kompetisi destinasi wisata lain, hingga kebutuhan modernisasi fasilitas.
1. Analisis Tantangan Pariwisata Prambanan
Candi Prambanan, sebagai salah satu warisan budaya dunia, sempat mengalami penurunan kunjungan wisatawan. Faktor utama termasuk keterbatasan promosi digital, fasilitas pendukung yang kurang modern, serta adaptasi terhadap tren wisata baru yang semakin menuntut pengalaman interaktif dan digital.
2. Strategi Promosi Digital dan Branding
Komisi B menekankan pentingnya promosi melalui platform digital, termasuk media sosial, website interaktif, dan kerja sama dengan influencer pariwisata. Branding baru juga akan fokus pada pengalaman budaya yang unik, seperti pertunjukan tari Ramayana, paket edukasi sejarah, dan tur virtual yang menarik generasi muda.
3. Modernisasi Fasilitas dan Infrastruktur
Upaya lain mencakup peningkatan fasilitas untuk wisatawan, mulai dari penataan area parkir, toilet, hingga aksesibilitas untuk penyandang disabilitas. Infrastruktur digital seperti Wi-Fi publik, aplikasi panduan wisata, dan sistem tiket online juga sedang direncanakan untuk mempermudah pengalaman pengunjung.
4. Kolaborasi dengan Pelaku Usaha Lokal
Komisi B mendorong keterlibatan UMKM dan pelaku industri kreatif lokal. Misalnya, penjualan souvenir khas, kuliner tradisional, serta paket wisata tematik yang melibatkan masyarakat sekitar. Hal ini tidak hanya meningkatkan pengalaman wisata, tetapi juga memberi dampak ekonomi langsung bagi komunitas lokal.
5. Target dan Evaluasi Keberhasilan
Strategi baru ini menargetkan peningkatan jumlah pengunjung secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Evaluasi dilakukan melalui data kunjungan, kepuasan pengunjung, serta kontribusi ekonomi lokal. Komisi B menekankan pentingnya monitoring dan penyesuaian strategi secara berkala untuk menghadapi tantangan yang dinamis.
Upaya strategis Komisi B menunjukkan bahwa revitalisasi pariwisata Prambanan tidak hanya soal promosi, tetapi juga kolaborasi, inovasi, dan adaptasi terhadap kebutuhan wisatawan modern. Jika dijalankan dengan baik, langkah ini dapat menjadikan Prambanan kembali sebagai destinasi unggulan yang menarik wisatawan domestik maupun internasional.

