Jepang Tegaskan Peran Lebih Aktif di Timur Tengah
Pemerintah Jepang menyatakan tekad untuk memainkan peran yang lebih proaktif dalam mendorong penyelesaian konflik Palestina–Israel. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Toshimitsu Motegi, menjelang lawatan diplomatiknya ke kawasan Timur Tengah dan sejumlah negara Asia.
Motegi menegaskan bahwa Jepang ingin berkontribusi nyata dalam memperkuat tatanan internasional yang berbasis aturan, khususnya di tengah situasi global yang dinilai semakin tidak stabil.
“Saya berencana mengunjungi kawasan-kawasan ini di saat tatanan internasional terguncang hebat, untuk menegakkan dan memperkuat tatanan internasional yang bebas, terbuka, dan berbasis aturan,” ujar Motegi dalam konferensi pers di Tokyo.
Lawatan Diplomatik Lintas Kawasan
Dalam perjalanannya selama sembilan hari, Motegi dijadwalkan mengunjungi Israel, Palestina, Qatar, Filipina, dan India. Rangkaian kunjungan ini menunjukkan pendekatan diplomasi Jepang yang tidak hanya berfokus pada satu kawasan, tetapi juga mengaitkan dinamika Timur Tengah dengan stabilitas Indo-Pasifik.
Kementerian Luar Negeri Jepang menyebut bahwa kunjungan ini bertujuan memperkuat hubungan dengan negara-negara mitra, sekaligus membangun komunikasi dengan negara-negara berkembang yang tergolong dalam Global South.
Menurut Motegi, kerja sama dengan negara-negara yang sepemikiran serta penguatan hubungan dengan Global South menjadi semakin penting dalam menghadapi tantangan geopolitik global saat ini.
Pertemuan di Israel dan Agenda Gaza
Di Israel, Motegi dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Gideon Sa’ar. Pertemuan ini akan membahas situasi terkini di Timur Tengah, termasuk konflik yang masih berlangsung dan upaya internasional untuk rekonstruksi Gaza.
Selain pertemuan bilateral, Motegi juga akan mengunjungi Pusat Koordinasi Sipil-Militer yang dipimpin Amerika Serikat. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai koordinasi internasional dalam penanganan krisis kemanusiaan dan stabilisasi pascakonflik.
Jepang selama ini dikenal sebagai salah satu donor utama bantuan kemanusiaan dan pembangunan di kawasan Timur Tengah, termasuk bagi warga Palestina.
Dialog Langsung dengan Kepemimpinan Palestina
Salah satu agenda paling penting dalam lawatan ini adalah kunjungan Motegi ke Tepi Barat. Di sana, ia dijadwalkan bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas serta Perdana Menteri Mohammad Mustafa.
Dalam pertemuan tersebut, Motegi akan membahas secara khusus langkah-langkah konkret untuk mewujudkan solusi dua negara, sebuah kerangka penyelesaian konflik yang selama ini didukung Jepang.
Motegi menekankan bahwa solusi dua negara tetap menjadi jalan paling realistis untuk mencapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan antara Palestina dan Israel.
Sikap Tegas Jepang soal Permukiman di Tepi Barat
Bulan lalu, Jepang secara terbuka mengecam pembangunan permukiman baru Israel di Tepi Barat. Pemerintah Jepang menilai aktivitas tersebut melanggar hukum internasional dan merusak peluang terwujudnya solusi dua negara.
Tidak hanya sebatas pernyataan, Jepang juga menjatuhkan sanksi terhadap empat pemukim Israel yang terlibat dalam aksi kekerasan. Langkah ini menandai sikap Jepang yang semakin tegas dalam menyikapi dinamika di lapangan.
“Untuk memperbaiki situasi di Palestina dan Israel, harus ada pelaksanaan yang konsisten dari rencana komprehensif,” kata Motegi, seraya menegaskan niat Jepang untuk berperan aktif dalam meredakan ketegangan.
Menghapus Ketidakpercayaan yang Mengakar
Motegi mengakui bahwa ketidakpercayaan antara Israel dan Palestina telah berlangsung lama dan menjadi penghambat utama proses perdamaian. Menurutnya, kedua belah pihak perlu mengambil langkah-langkah konkret yang berorientasi ke depan.
Langkah-langkah tersebut tidak hanya bersifat politis, tetapi juga mencakup aspek keamanan, ekonomi, dan kemanusiaan. Jepang berharap dapat menjadi mitra yang dipercaya oleh kedua pihak, mengingat posisinya yang relatif netral dalam konflik tersebut.
Tujuan utama kunjungan Motegi, kata dia, adalah menyampaikan pandangan Jepang secara langsung kepada Israel dan Palestina, serta menjelaskan posisi Jepang mengenai langkah-langkah konkret yang diperlukan.
Qatar, India, dan Filipina dalam Agenda Diplomasi
Setelah menyelesaikan agenda di Israel dan Palestina, Motegi akan melanjutkan kunjungannya ke Qatar. Di Doha, ia dijadwalkan bertemu Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani.
Pertemuan tersebut akan difokuskan pada dialog strategis dan penguatan hubungan bilateral. Qatar dipandang sebagai aktor penting dalam diplomasi Timur Tengah, khususnya terkait mediasi konflik dan isu kemanusiaan.
Selanjutnya, Motegi akan melanjutkan kunjungan kenegaraan ke India dan Filipina, dua negara yang memiliki posisi strategis dalam kebijakan luar negeri Jepang di kawasan Asia.
Peran Jepang di Tengah Ketegangan Global
Kunjungan ini mencerminkan ambisi Jepang untuk tampil lebih aktif dalam diplomasi global, tidak hanya sebagai kekuatan ekonomi, tetapi juga sebagai aktor politik yang berkontribusi pada stabilitas internasional.
Di tengah meningkatnya konflik dan rivalitas geopolitik, Jepang berupaya memanfaatkan jalur diplomasi, bantuan pembangunan, dan kerja sama multilateral untuk mendorong perdamaian.
Penutup
Tekad Jepang untuk lebih proaktif dalam mendorong solusi dua negara Palestina–Israel menandai babak baru dalam peran diplomatik Tokyo di Timur Tengah. Melalui dialog langsung dengan Israel, Palestina, dan negara-negara kunci lainnya, Jepang berharap dapat membantu meredakan ketegangan dan membangun fondasi perdamaian yang berkelanjutan.
Meski tantangan di lapangan tetap besar, langkah Jepang ini menunjukkan bahwa solusi damai masih menjadi agenda penting di tengah dinamika global yang terus berubah.
Baca Juga : Revitalisasi Taman Bendera Pusaka Kebayoran Baru Berlanjut
Cek Juga Artikel Dari Platform : mabar

