wikiberita.net Pemerintah Provinsi Gorontalo menunjukkan keseriusan dalam memperkuat sektor peternakan melalui program hilirisasi ayam terintegrasi. Gusnar Ismail turun langsung meninjau kesiapan sejumlah lokasi strategis yang akan menjadi bagian dari pengembangan industri ayam terpadu. Langkah ini menandai fase penting dalam upaya membangun rantai produksi protein hewani yang berkelanjutan dan mandiri di daerah.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan, infrastruktur dasar, serta dukungan lintas sektor agar pencanangan program dapat berjalan sesuai rencana. Pemerintah daerah menilai bahwa hilirisasi bukan hanya proyek fisik, tetapi fondasi ekonomi baru berbasis peternakan.
Tiga Titik Utama Jadi Fokus Peninjauan
Peninjauan difokuskan pada beberapa titik di Kecamatan Anggrek yang dinilai strategis. Desa Putiana disiapkan sebagai lokasi pembangunan rumah potong hewan unggas (RHPU) dan fasilitas cold storage. Sementara itu, Desa Tolongio diperuntukkan sebagai lokasi pabrik produksi pakan ternak.
Selain dua titik utama tersebut, kawasan lain juga masuk dalam master site industri hilirisasi ayam. Lokasi-lokasi ini mencakup area penetasan telur, pembibitan ayam petelur, serta pembibitan ayam pedaging yang tersebar di beberapa kecamatan. Pola ini menunjukkan pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Pabrik Pakan Jadi Tulang Punggung Program
Dalam peninjauan di Desa Tolongio, Gusnar Ismail menekankan pentingnya kesiapan lahan milik pemerintah provinsi untuk pembangunan pabrik pakan. Pabrik ini menjadi salah satu klaster terpenting karena pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ayam.
Keberadaan pabrik pakan lokal diharapkan mampu menekan biaya produksi peternak, sekaligus menjaga kestabilan suplai. Hal ini sangat relevan bagi Gorontalo yang memiliki potensi besar komoditas jagung sebagai bahan baku utama pakan ternak.
Program Bisnis, Bukan Proyek APBN
Ketua Satgas Nasional Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi Pangan, Ali Agus, menegaskan bahwa program ini bukan proyek yang bersumber dari APBN. Hilirisasi ayam dirancang sebagai program pengembangan bisnis yang dimandatkan kepada BUMN.
Pendekatan ini membuka ruang keterlibatan pengusaha lokal maupun nasional. Dengan pola bisnis, keberlanjutan program diharapkan lebih terjamin dan tidak bergantung pada anggaran negara semata.
Jagung Gorontalo Jadi Keunggulan Strategis
Ali Agus juga menyoroti pentingnya ketersediaan jagung sebagai bahan baku pakan. Sekitar separuh komponen pakan ayam berasal dari jagung, sehingga daerah dengan produksi jagung kuat memiliki keunggulan kompetitif.
Gorontalo dinilai memiliki modal besar untuk itu. Integrasi antara sektor pertanian dan peternakan menjadi kunci keberhasilan hilirisasi, sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.
Peternak Lokal dan Koperasi Jadi Aktor Utama
Budidaya ayam dalam skema ini akan melibatkan masyarakat peternak, kelompok peternak, serta koperasi. Hasil budidaya kemudian diproses di RHPU dan disimpan di cold storage jika belum langsung didistribusikan.
Rantai ini memastikan kualitas dan kesegaran produk tetap terjaga. Ke depan, program juga mencakup pengolahan ayam dan telur menjadi produk siap konsumsi, memperluas peluang usaha dan lapangan kerja.
Menuju Kemandirian Protein Hewani
Hilirisasi ayam terintegrasi diproyeksikan menjadi langkah strategis menuju swasembada protein hewani. Dengan sistem yang terstruktur dari hulu ke hilir, daerah diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, bahkan dalam situasi krisis global.
Pengalaman gangguan rantai pasok global menjadi pelajaran penting. Program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.
Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat
Peninjauan ini turut dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah dan provinsi, termasuk wakil kepala daerah dan pimpinan OPD terkait. Kehadiran mereka menandakan komitmen bersama untuk menyukseskan program lintas sektor.
Sinergi ini penting agar perencanaan teknis, perizinan, dan infrastruktur pendukung berjalan seiring. Pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator, sementara pelaku usaha menjadi penggerak utama.
Dampak Ekonomi dan Sosial yang Diharapkan
Jika berjalan optimal, hilirisasi ayam terintegrasi akan memberikan dampak ekonomi signifikan. Mulai dari peningkatan pendapatan peternak, penciptaan lapangan kerja, hingga tumbuhnya industri turunan berbasis pangan.
Selain ekonomi, dampak sosial juga diharapkan terasa melalui penguatan kelembagaan peternak dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor peternakan.
Kesimpulan: Fondasi Baru Industri Peternakan Gorontalo
Peninjauan kesiapan lokasi hilirisasi ayam oleh Gubernur Gorontalo menjadi sinyal kuat bahwa daerah ini serius membangun industri peternakan modern. Dengan pendekatan bisnis, integrasi komoditas lokal, dan pelibatan peternak, program ini memiliki potensi besar menjadi model nasional.
Hilirisasi ayam terintegrasi bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan fondasi baru bagi kemandirian pangan dan penguatan ekonomi daerah Gorontalo.

Cek Juga Artikel Dari Platform dailyinfo.blog
