Pergantian Tahun Baru dirayakan hampir di seluruh dunia. Meski identik dengan kembang api, pesta, dan resolusi hidup, perayaan Tahun Baru sebenarnya menyimpan sejarah panjang serta fakta-fakta unik yang jarang diketahui. Berikut sejumlah fakta menarik dan ilmiah tentang Tahun Baru dari berbagai belahan dunia.
1. Perayaan Tahun Baru Tertua Berasal dari Babilonia
Perayaan Tahun Baru tertua yang tercatat dalam sejarah berasal dari peradaban Babilonia, sekitar 4.000 tahun lalu. Masyarakat Babilonia merayakan Tahun Baru dalam sebuah festival besar yang berlangsung selama beberapa hari.
Menariknya, Tahun Baru saat itu tidak dirayakan pada bulan Januari, melainkan menyesuaikan dengan siklus alam dan pertanian, yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat kuno.
2. Tahun Baru Pernah Dirayakan Akhir Maret
Pada masa Babilonia, Tahun Baru dirayakan pada akhir Maret, bertepatan dengan datangnya musim semi. Perayaan ini juga bertepatan dengan festival keagamaan besar bernama Akitu, yang melambangkan pembaruan, kesuburan, dan keteraturan kosmos.
Festival Akitu berlangsung hingga 11 hari dan melibatkan ritual keagamaan, doa, serta prosesi simbolik untuk memohon kesejahteraan di tahun yang akan datang.
3. 1 Januari Ditetapkan oleh Julius Caesar
Tanggal 1 Januari sebagai awal Tahun Baru baru ditetapkan pada masa Romawi. Kaisar Romawi Julius Caesar secara resmi menetapkan 1 Januari sebagai hari pertama tahun pada 46 SM, bersamaan dengan reformasi Kalender Julian.
Julius Caesar juga tercatat sebagai tokoh pertama yang menjadikan 1 Januari sebagai hari libur resmi, sebuah keputusan yang kemudian diadopsi luas oleh dunia Barat.
4. Tradisi Makan Sayuran di Tahun Baru
Di beberapa budaya, makan sayuran saat Tahun Baru dipercaya membawa keberuntungan. Di negara-negara Asia, sayuran hijau melambangkan umur panjang, kesuburan, dan kesehatan.
Sementara di beberapa negara Eropa, sayuran tertentu dipercaya dapat mendatangkan kemakmuran dan keseimbangan hidup di tahun yang baru.
5. Sampanye Jadi Simbol Tahun Baru di Barat
Di negara-negara Barat, perayaan Tahun Baru identik dengan membuka botol sampanye tepat saat pergantian tahun. Tradisi ini berakar dari budaya bangsawan Eropa, di mana sampanye dianggap sebagai simbol kemewahan, perayaan, dan harapan baru.
Kini, tradisi ini menyebar secara global dan menjadi bagian dari perayaan modern Tahun Baru di banyak negara.
6. Sistem Penanggalan CE dan BCE
Dalam dunia akademik dan ilmiah, terdapat upaya menggunakan istilah yang lebih netral untuk penanggalan, yaitu:
- CE (Common Era / Masehi)
- BCE (Before Common Era / Sebelum Masehi)
Istilah ini digunakan sebagai alternatif dari AD dan BC, tanpa mengubah sistem kalender, namun dianggap lebih inklusif secara budaya dan kepercayaan.
Tahun Baru Lebih dari Sekadar Pesta
Dari Babilonia kuno hingga kalender modern, perayaan Tahun Baru bukan sekadar pesta atau hitung mundur. Ia mencerminkan cara manusia memahami waktu, perubahan musim, serta harapan akan kehidupan yang lebih baik.
Tradisi yang berbeda-beda di berbagai belahan dunia menunjukkan bahwa meski budaya berbeda, makna Tahun Baru tetap sama: awal baru, harapan, dan pembaruan.
Selamat menyambut Tahun Baru, di mana pun kamu berada.
Baca Juga : BNI Raih Penghargaan Mitra Strategis Kampus Digital
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : 1reservoir

