wikiberita.net Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Besar terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai keislaman. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mematangkan tahapan seleksi lanjutan Program Beut Kitab Bak Sikula untuk jenjang Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.
Program ini menjadi bagian penting dalam upaya membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat. Oleh karena itu, setiap tahapan pelaksanaan dirancang secara hati-hati agar benar-benar memberikan manfaat bagi satuan pendidikan yang membutuhkan.
Rapat Lanjutan Fokus pada Kualitas Seleksi
Disdikbud Aceh Besar menggelar rapat lanjutan bersama Tim Penyeleksian Tahap I untuk memastikan proses seleksi berjalan sesuai ketentuan. Rapat ini menjadi momen evaluasi terhadap tahapan awal sekaligus penyempurnaan mekanisme seleksi berikutnya.
Melalui forum tersebut, seluruh unsur yang terlibat menyamakan persepsi terkait indikator penilaian, kelengkapan administrasi, serta aspek teknis lainnya. Tujuannya agar tidak terjadi kekeliruan dalam menentukan sekolah yang berhak mengikuti program.
Menjaga Transparansi dan Akuntabilitas
Salah satu fokus utama dalam rapat lanjutan ini adalah menjaga transparansi. Disdikbud menilai bahwa keterbukaan dalam proses seleksi menjadi kunci utama kepercayaan publik terhadap program pemerintah.
Setiap keputusan diharapkan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun substansi. Dengan sistem seleksi yang jelas, potensi keberpihakan maupun kesalahan penilaian dapat diminimalkan sejak awal.
Program Strategis Penguatan Pendidikan Karakter
Program Beut Kitab Bak Sikula merupakan kebijakan strategis Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam memperkuat pendidikan karakter di sekolah. Melalui program ini, peserta didik dibiasakan membaca dan memahami kitab sebagai bagian dari pembelajaran.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai keislaman secara konsisten, sejalan dengan budaya dan kearifan lokal Aceh. Pendidikan tidak hanya dipandang sebagai proses transfer ilmu, tetapi juga pembentukan kepribadian.
Membiasakan Nilai Keislaman Sejak Dini
Disdikbud menilai bahwa pembiasaan membaca kitab sejak usia sekolah dasar memiliki dampak jangka panjang. Anak-anak yang dikenalkan dengan nilai agama secara terstruktur cenderung memiliki sikap disiplin, tanggung jawab, serta empati sosial yang lebih baik.
Program ini juga dirancang agar selaras dengan kurikulum sekolah, sehingga tidak membebani peserta didik maupun tenaga pendidik.
Objektivitas Tim Penyeleksi Jadi Penentu
Dalam pelaksanaannya, peran tim penyeleksi menjadi sangat krusial. Oleh karena itu, Disdikbud menekankan pentingnya objektivitas dan profesionalisme dalam setiap tahapan penilaian.
Tim diharapkan bekerja berdasarkan data dan kriteria yang telah ditetapkan, bukan atas pertimbangan subjektif. Hasil seleksi yang objektif diyakini akan menghasilkan pelaksanaan program yang lebih efektif.
Tepat Sasaran untuk Sekolah yang Membutuhkan
Seleksi lanjutan bertujuan memastikan program benar-benar menyasar sekolah yang memenuhi kriteria. Tidak semua satuan pendidikan memiliki kondisi yang sama, baik dari sisi sumber daya maupun kebutuhan pembinaan karakter.
Dengan seleksi yang matang, program dapat diberikan kepada sekolah yang paling membutuhkan dukungan. Hal ini diharapkan mampu menciptakan pemerataan kualitas pendidikan di wilayah Aceh Besar.
Selaras dengan Visi Pembangunan Daerah
Program Beut Kitab Bak Sikula juga sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah dalam membangun generasi yang berakhlak dan berkarakter Ahlul Sunnah Wal Jama’ah.
Melalui kebijakan ini, pemerintah daerah berupaya menjaga nilai-nilai keagamaan tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Pendidikan berbasis budaya dan agama menjadi fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
Dampak Jangka Panjang bagi Dunia Pendidikan
Disdikbud Aceh Besar berharap program ini tidak hanya berdampak sesaat. Dalam jangka panjang, pembiasaan membaca kitab di lingkungan sekolah diharapkan membentuk karakter siswa yang kuat, beretika, dan memiliki integritas.
Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi peserta didik dalam menghadapi tantangan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Dukungan Sekolah dan Tenaga Pendidik
Keberhasilan program juga sangat bergantung pada dukungan pihak sekolah dan tenaga pendidik. Guru memiliki peran strategis dalam membimbing, memotivasi, serta mengintegrasikan nilai-nilai program ke dalam aktivitas belajar mengajar.
Disdikbud mendorong sekolah untuk menjadikan program ini sebagai bagian dari budaya sekolah, bukan sekadar kegiatan tambahan.
Evaluasi Berkelanjutan Jadi Bagian Program
Untuk memastikan efektivitas, Disdikbud Aceh Besar juga menyiapkan mekanisme evaluasi berkelanjutan. Evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana program memberikan dampak positif terhadap perilaku dan karakter siswa.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar perbaikan dan pengembangan program pada periode berikutnya.
Komitmen Membangun Generasi Berkarakter
Dengan pematangan seleksi lanjutan ini, Disdikbud Aceh Besar menegaskan komitmennya dalam membangun generasi muda yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Melalui kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, Program Beut Kitab Bak Sikula diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam mencetak generasi penerus Aceh Besar yang berkualitas dan berkarakter kuat.

Cek Juga Artikel Dari Platform beritapembangunan.web.id
