Revitalisasi Masih Berlangsung di Kebayoran Baru
Proses revitalisasi Taman Ayodya dan Taman Langsat di kawasan Kebayoran Baru hingga kini masih terus berjalan. Kedua taman tersebut nantinya akan menjadi bagian dari kawasan terpadu bernama Taman Bendera Pusaka, sebuah ruang terbuka hijau (RTH) yang dirancang sebagai ikon baru Jakarta dengan nilai sejarah dan budaya.
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas pembangunan masih berlangsung intensif. Area taman belum dibuka untuk umum karena masih berada dalam tahap penyempurnaan konstruksi dan fasilitas pendukung.
Kondisi Taman Ayodya Saat Ini
Berdasarkan pengamatan pada Sabtu, kawasan Taman Ayodya masih ditutup rapat oleh tembok seng berwarna putih yang melingkari area taman. Penutupan ini menandakan bahwa pekerjaan konstruksi belum rampung dan masih membutuhkan waktu sebelum bisa diakses publik.
Belasan pekerja terlihat aktif melakukan berbagai aktivitas, mulai dari perapihan lanskap hingga pengerjaan fasilitas pendukung. Suasana di sekitar taman masih didominasi suara alat kerja dan mobilitas pekerja yang keluar-masuk area proyek.
Jembatan Merah Ikon Baru Kawasan
Salah satu elemen yang paling mencolok dari proyek ini adalah jembatan penghubung berwarna merah yang membentang di atas Jalan Barito I. Jembatan tersebut dirancang sebagai penghubung antara Taman Ayodya dan Taman Langsat.
Meski secara fisik jembatan sudah bisa dipijaki, akses untuk masyarakat umum masih ditutup. Petugas tampak bolak-balik di atas jembatan untuk melakukan pemolesan, pengecatan ulang, serta pemeriksaan detail struktur agar sesuai standar keamanan.
Keberadaan jembatan ini nantinya diharapkan menjadi landmark visual sekaligus simbol keterhubungan antar ruang hijau di kawasan Kebayoran Baru.
Penyempurnaan di Area Taman Langsat
Di sisi lain, Taman Langsat juga masih dalam tahap penyempurnaan. Sejumlah pekerja terlihat mencangkul dan mengeruk tanah untuk penataan ulang lanskap. Beberapa pekerja lain tampak melakukan pekerjaan pengelasan pada struktur tertentu di area jembatan dan taman.
Aktivitas ini menunjukkan bahwa revitalisasi tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga pada fungsi taman sebagai ruang publik yang aman dan nyaman.
Konsep Besar Taman Bendera Pusaka
Pembangunan Taman Bendera Pusaka telah dimulai sejak tahun lalu oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kawasan ini dirancang sebagai ruang terbuka hijau terpadu yang menghubungkan tiga taman legendaris, yakni Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser.
Konsep besar taman ini tidak hanya menekankan fungsi ekologis, tetapi juga aspek sosial dan budaya. Taman Bendera Pusaka diharapkan menjadi ruang publik yang mampu mempertemukan warga dari berbagai latar belakang, sekaligus menjadi ruang refleksi sejarah Jakarta.
Groundbreaking oleh Gubernur Jakarta
Prosesi peletakan batu pertama pembangunan Taman Bendera Pusaka dilakukan di Taman Langsat pada Agustus 2025. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Pramono Anung, yang menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ruang hijau dan warisan kota.
“Pembangunan taman ini merupakan wujud komitmen Jakarta dalam menjaga warisan sejarah, budaya, dan lingkungan hidup,” ujar Pramono dalam keterangan resmi Pemprov Jakarta.
Ia juga menyebut bahwa proses groundbreaking dilakukan secara sederhana agar tidak menimbulkan gangguan sosial dan berjalan kondusif.
Ruang Ekologi, Sosial, dan Budaya
Menurut Pramono, revitalisasi Taman Bendera Pusaka bertujuan menghidupkan kembali fungsi ruang terbuka hijau sebagai ruang ekologi, sosial, dan budaya yang berkelanjutan. Taman tidak hanya dipandang sebagai area hijau semata, tetapi juga sebagai ruang interaksi warga.
Pendekatan ini sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global yang tetap menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.
Fasilitas Publik Gratis untuk Warga
Nantinya, Taman Bendera Pusaka akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas publik. Beberapa fasilitas yang direncanakan antara lain sarana olahraga seperti lapangan padel dan tenis yang dapat digunakan masyarakat secara gratis.
Penyediaan fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus mendorong gaya hidup sehat di tengah kepadatan kota.
Tanpa Menggunakan APBD
Menariknya, revitalisasi Taman Bendera Pusaka dilakukan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Proyek ini memanfaatkan skema pendanaan alternatif yang tidak membebani keuangan daerah.
Kebijakan ini mendapat perhatian karena menunjukkan upaya Pemprov Jakarta dalam tetap menghadirkan fasilitas publik berkualitas tanpa menambah beban anggaran.
Harapan dan Target ke Depan
Meski belum diumumkan secara resmi kapan taman ini akan dibuka untuk umum, Pemprov Jakarta berharap revitalisasi dapat segera rampung. Kehadiran Taman Bendera Pusaka diharapkan menjadi ikon baru Jakarta Selatan yang menggabungkan ruang hijau, nilai sejarah, dan aktivitas masyarakat.
Bagi warga Kebayoran Baru dan sekitarnya, taman ini nantinya menjadi ruang rekreasi sekaligus tempat berinteraksi yang representatif.
Penutup
Revitalisasi Taman Bendera Pusaka di Kebayoran Baru masih terus berjalan dengan fokus pada kualitas, fungsi, dan nilai simbolik. Dengan menghubungkan Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser, kawasan ini dirancang sebagai ruang hijau terpadu yang modern namun sarat makna.
Jika rampung sesuai rencana, Taman Bendera Pusaka berpotensi menjadi salah satu destinasi ruang publik unggulan Jakarta yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga bermakna secara sosial dan budaya.
Baca Juga : Venezuela Bahas ‘Agresi AS’ dengan Brasil, Kolombia & Spanyol
Cek Juga Artikel Dari Platform : olahraga

