Pemerintah Mulai Bahas Serius Asian Games 2026
Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga mulai mematangkan langkah strategis menuju Asian Games 2026. Rapat persiapan dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 9 Januari 2026, sebagai bagian dari evaluasi awal terhadap kesiapan kontingen Indonesia menghadapi ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyatakan bahwa rapat akan difokuskan pada evaluasi cabang olahraga unggulan serta penyesuaian target prestasi yang realistis namun tetap kompetitif.
“Kami akan rapat bersama Pak Wamen mengenai Asian Games,” ujar Erick dalam keterangan tertulis.
Evaluasi Prestasi Indonesia di Asian Games Sebelumnya
Dalam pernyataannya, Erick Thohir memaparkan gambaran capaian Indonesia pada beberapa edisi Asian Games terakhir. Ia menyebut bahwa sebelum menjadi tuan rumah pada 2018, raihan emas Indonesia relatif terbatas.
“Sebelum 2018, kita hanya mendapatkan sekitar empat medali emas,” ungkap Erick.
Namun, saat menjadi tuan rumah Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, Indonesia mencatat lonjakan prestasi signifikan dengan meraih 31 medali emas. Capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah olahraga nasional.
Pada Asian Games berikutnya yang digelar di China, Indonesia kembali mengalami penurunan perolehan emas dengan total tujuh medali emas. Meski demikian, Erick menilai capaian tersebut tetap menjadi modal evaluasi menuju Asian Games 2026.
Cabang Unggulan Tidak Dipertandingkan
Salah satu tantangan yang dibahas dalam rapat persiapan Asian Games 2026 adalah perubahan daftar cabang dan nomor pertandingan. Erick mengungkapkan bahwa terdapat tiga nomor cabang unggulan Indonesia yang dipastikan tidak dipertandingkan dalam Asian Games 2026.
Asian Games edisi 2026 akan berlangsung di Nagoya, Jepang. Perubahan komposisi cabang olahraga menjadi faktor penting yang memengaruhi strategi dan target medali Indonesia.
Meski demikian, Erick menegaskan bahwa penetapan target tidak bisa dilakukan secara terburu-buru dan tetap memerlukan kajian menyeluruh.
Target Medali Masih Dikaji Ulang
Erick menyebut bahwa meskipun sudah ada gambaran awal terkait cabang unggulan, pemerintah belum menetapkan target resmi perolehan medali. Evaluasi mendalam akan dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan atlet, regenerasi, serta peluang di setiap cabang yang dipertandingkan.
Pada Asian Games sebelumnya, Indonesia membawa pulang total 36 medali, yang terdiri dari tujuh emas, 11 perak, dan 18 perunggu. Raihan tersebut menjadi acuan awal dalam menyusun strategi ke depan.
Cabang Penyumbang Emas Indonesia
Tujuh medali emas Indonesia pada Asian Games edisi terakhir disumbangkan dari berbagai cabang olahraga, antara lain:
- Menembak (2 medali emas)
- Perahu naga
- Wushu
- Panjat tebing
- Balap sepeda
- Angkat besi
Keberagaman cabang penyumbang emas ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi luas, meski tetap membutuhkan fokus dan pembinaan berkelanjutan.
Asian Games 2026 Lebih Besar dan Kompetitif
Asian Games 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Ajang ini akan mempertandingkan sekitar 460 nomor dari 42 cabang olahraga, menjadikannya salah satu edisi terbesar dalam sejarah Asian Games.
Skala kompetisi yang besar ini menuntut persiapan yang lebih matang, baik dari sisi teknis, mental atlet, hingga dukungan sport science dan manajemen tim.
Fokus pada Efektivitas Pembinaan Atlet
Rapat persiapan yang digelar Kemenpora menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin lebih fokus pada efektivitas pembinaan atlet. Bukan sekadar mengejar jumlah cabang, tetapi memaksimalkan peluang medali dari cabang-cabang yang benar-benar kompetitif.
Erick Thohir menilai bahwa pendekatan berbasis data dan evaluasi objektif menjadi kunci agar Indonesia dapat tampil optimal di Nagoya.
Peran Strategis Wamenpora dan Federasi
Selain Menpora, rapat persiapan Asian Games 2026 juga akan melibatkan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga serta pemangku kepentingan terkait. Federasi cabang olahraga diharapkan berperan aktif dalam menyampaikan kondisi atlet, kebutuhan pelatihan, serta target realistis masing-masing cabang.
Sinergi antara pemerintah, federasi, dan pelatih dinilai sangat menentukan arah kebijakan prestasi Indonesia.
Harapan Publik terhadap Prestasi Indonesia
Asian Games selalu menjadi ajang yang menyita perhatian publik Indonesia. Keberhasilan menjadi tuan rumah pada 2018 masih membekas, sehingga ekspektasi masyarakat terhadap prestasi atlet nasional tetap tinggi.
Pemerintah diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara ambisi prestasi dan kesiapan atlet agar hasil yang dicapai benar-benar mencerminkan kemampuan terbaik Indonesia.
Kesimpulan
Rapat persiapan Asian Games 2026 yang digelar Kemenpora menjadi langkah awal penting dalam menyusun strategi prestasi Indonesia di Nagoya. Evaluasi cabang unggulan, penyesuaian target medali, serta pembinaan atlet berbasis data menjadi fokus utama pemerintah.
Dengan waktu persiapan yang masih cukup panjang hingga September 2026, Indonesia memiliki peluang untuk membangun tim yang solid dan kompetitif. Hasil rapat ini diharapkan menjadi fondasi kuat agar kontingen Merah Putih mampu tampil maksimal di Asian Games 2026.
Baca Juga : Status Tanggap Darurat Aceh Diperpanjang 14 Hari
Cek Juga Artikel Dari Platform : bengkelpintar

