Pemerintah Provinsi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan donasi masyarakat yang terkumpul selama rangkaian perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026 akan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di Pulau Sumatra. Penggalangan dan penyaluran donasi ini menjadi bagian dari konsep perayaan yang mengedepankan empati, solidaritas, dan kepedulian sosial.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa pengumpulan donasi dilakukan hingga seluruh acara malam tahun baru selesai. Setelah itu, donasi akan ditutup dan langsung diproses untuk penyaluran bantuan.
“Jadi donasi tentunya karena ini berkaitan dengan menyambut tahun baru dan acara selesai diperkirakan itu jam 1 pagi, dengan demikian donasinya juga ditutup,” ujar Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Rabu malam (31/12).
Donasi Dikelola Terpusat dan Transparan
Pramono menegaskan, penyaluran donasi tidak dilakukan secara terpisah oleh masing-masing penyelenggara acara, melainkan dikoordinasikan secara terpusat oleh Pemprov DKI Jakarta. Langkah ini diambil agar bantuan dapat tersalurkan secara cepat, tepat sasaran, dan akuntabel.
“Yang akan mengkoordinasikan adalah Pemerintah DKI Jakarta,” tegasnya.
Dalam proses penyaluran, Pemprov DKI bekerja sama dengan Baznas DKI Jakarta dan Bazis (Badan Amil Zakat, Infak, dan Sedekah). Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan pengelolaan dana berjalan sesuai prinsip transparansi dan amanah.
Menurut Pramono, kerja sama antara Pemprov DKI dan Baznas bukan kali pertama dilakukan. Dalam berbagai situasi darurat sebelumnya, skema serupa terbukti efektif mempercepat distribusi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Donasi Capai Rp2,9 Miliar
Hingga pukul 22.40 WIB pada malam pergantian tahun, total donasi masyarakat yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp2,9 miliar. Angka tersebut berasal dari partisipasi warga yang hadir langsung di lokasi perayaan, serta sumbangan melalui kanal donasi digital yang disediakan panitia di berbagai titik panggung hiburan.
Pramono menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Jakarta yang telah menunjukkan kepedulian dan solidaritasnya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dan mendukung upaya pemerintah dalam membantu saudara-saudara kita di Sumatra,” ucapnya.
Selain donasi dari masyarakat, dukungan juga datang dari Badan Usaha Milik Daerah. PT Pembangunan Jaya Ancol turut menyumbangkan 10 persen pendapatannya pada hari tersebut untuk membantu korban bencana.
“Kalau 10 persen Ancol pasti nilainya signifikan. Untuk itu mari kita tunggu sampai dengan jam 24.00, nanti donasinya akan kami umumkan secara resmi,” kata Pramono.
Bantuan Tidak Hanya Berupa Dana
Pramono menjelaskan, bantuan Pemprov DKI Jakarta untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatra tidak hanya berupa dana. Pemerintah juga mengirimkan bantuan logistik dan sarana pendukung kebutuhan dasar.
Salah satunya melalui kerja sama dengan PAM Jaya, yang menyalurkan instalasi pengolahan air (IPA) mobile serta mobil tangki air bersih. Bantuan ini dinilai krusial untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di lokasi pengungsian dan daerah terdampak.
“Pemprov DKI berkomitmen untuk terus memberikan bantuan. Salah satunya melalui PAM Jaya dengan mengirimkan IPA mobile dan mobil tangki air,” jelas Pramono.
Menurutnya, kebutuhan air bersih sering menjadi persoalan utama pascabencana, sehingga dukungan fasilitas pengolahan air diharapkan dapat meringankan beban masyarakat.
Perayaan Tahun Baru Sarat Empati
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan malam Tahun Baru 2026 di Jakarta dikemas dengan konsep yang lebih sederhana dan reflektif. Mengusung tema “Jakarta Global City: From Jakarta with Love”, Pemprov DKI meniadakan pesta kembang api dan menggantinya dengan rangkaian acara musik, doa bersama lintas agama, serta penggalangan donasi.
Di berbagai titik panggung hiburan, doa bersama dipimpin oleh tokoh lintas agama sebagai simbol persatuan dan solidaritas. Pesan kepedulian juga disampaikan melalui pertunjukan seni dan visual, termasuk pertunjukan drone yang menampilkan pesan dukungan bagi masyarakat Sumatra.
Pramono menegaskan, konsep ini dipilih sebagai bentuk empati Jakarta kepada wilayah lain yang sedang mengalami musibah.
“Acara ini sebagai bentuk perhatian, solidaritas, dan empati Pemprov DKI Jakarta kepada masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya.
Solidaritas sebagai Identitas Kota Global
Menurut Pramono, semangat berbagi dan kepedulian sosial merupakan bagian penting dari identitas Jakarta sebagai kota global. Kota besar tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga dari kepekaan sosial warganya.
Ia berharap, momentum pergantian tahun ini dapat memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong antarwarga, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa bencana di satu wilayah adalah duka bersama seluruh bangsa.
“Kita ingin Jakarta dikenal bukan hanya sebagai kota global yang maju, tetapi juga kota yang memiliki empati dan solidaritas,” tuturnya.
Penyaluran Segera dan Tepat Sasaran
Pemprov DKI memastikan, setelah penggalangan donasi resmi ditutup, proses verifikasi dan penyaluran bantuan akan segera dilakukan. Pemprov akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat di Sumatra serta lembaga terkait untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dengan dukungan dana masyarakat, kontribusi BUMD, serta bantuan logistik dan air bersih, Pemprov DKI berharap dapat meringankan beban para korban dan membantu percepatan pemulihan pascabencana.
Perayaan malam Tahun Baru 2026 di Jakarta pun menjadi penanda bahwa pergantian tahun tidak selalu harus dirayakan dengan kemeriahan, tetapi juga dapat menjadi momentum berbagi, berdoa, dan meneguhkan nilai kemanusiaan.
Baca Juga : Doa Bersama di Taman Literasi Sambut Tahun Baru 2026
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : suarairama

