wikiberita.net Upaya memperkuat sektor kerajinan daerah terus dilakukan oleh berbagai wilayah di Provinsi Banten. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah melalui kegiatan studi tiru antar daerah, seperti yang dilakukan oleh Dekranasda Kabupaten Pandeglang ke Dekranasda Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama dalam meningkatkan kualitas kelembagaan serta pemberdayaan pelaku kerajinan lokal.
Studi tiru dipandang sebagai metode efektif untuk menggali praktik baik yang telah dijalankan daerah lain. Dengan saling bertukar pengalaman, setiap daerah dapat menyesuaikan program pembinaan yang lebih relevan dengan karakteristik dan potensi wilayah masing-masing.
Kabupaten Tangerang Jadi Rujukan Pembinaan UMKM
Kabupaten Tangerang dipilih sebagai tujuan studi tiru karena dinilai memiliki program pembinaan pengrajin dan UMKM yang berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Berbagai inisiatif pengembangan produk, pendampingan pelaku usaha, hingga penguatan kelembagaan Dekranasda menjadi daya tarik tersendiri bagi daerah lain yang ingin belajar.
Bagi Dekranasda Pandeglang, kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kesempatan untuk memahami secara langsung bagaimana program-program tersebut dirancang, dijalankan, dan dievaluasi agar memberikan dampak nyata bagi pengrajin.
Pertukaran Gagasan dan Pengalaman
Dalam kegiatan tersebut, kedua Dekranasda saling berbagi pengalaman mengenai pengembangan produk kerajinan, strategi pemasaran, serta penguatan peran organisasi di tengah masyarakat. Diskusi yang berlangsung mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan kualitas desain produk, pemanfaatan bahan lokal, hingga adaptasi terhadap tren pasar.
Pertukaran gagasan ini diharapkan mampu membuka wawasan baru bagi masing-masing daerah. Dengan memahami tantangan dan solusi yang dihadapi daerah lain, Dekranasda dapat menyusun program yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Peran Dekranasda dalam Ekonomi Kreatif
Dekranasda memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis kerajinan. Melalui pembinaan yang terarah, Dekranasda berfungsi sebagai jembatan antara pengrajin, pemerintah, dan pasar.
Kegiatan studi tiru ini memperkuat peran tersebut dengan mendorong peningkatan kapasitas kelembagaan. Organisasi yang kuat dan adaptif dinilai mampu memberikan pendampingan yang lebih optimal bagi pelaku kerajinan, khususnya UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Sambutan Positif dari Kabupaten Tangerang
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, menyambut baik kunjungan Dekranasda Pandeglang. Ia menegaskan bahwa pihaknya terbuka untuk berbagi pengalaman dan praktik baik yang telah dijalankan selama ini.
Menurutnya, kolaborasi antardaerah merupakan kunci dalam meningkatkan daya saing produk kerajinan lokal. Dengan saling mendukung dan belajar bersama, pengrajin di masing-masing daerah dapat berkembang lebih cepat dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Mendorong Daya Saing Produk Lokal
Salah satu tujuan utama dari studi tiru ini adalah meningkatkan daya saing produk kerajinan lokal. Persaingan pasar yang semakin ketat menuntut pengrajin untuk terus berinovasi, baik dari sisi desain, kualitas, maupun pemasaran.
Melalui sinergi antardaerah, Dekranasda diharapkan mampu merumuskan strategi pembinaan yang mendorong pengrajin menghasilkan produk bernilai tambah tinggi. Produk kerajinan tidak hanya diposisikan sebagai hasil budaya, tetapi juga sebagai komoditas ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penguatan Jejaring dan Kolaborasi
Selain berbagi pengetahuan, kegiatan ini juga memperkuat jejaring kerja antar Dekranasda di Provinsi Banten. Jejaring yang solid dinilai penting untuk menciptakan ekosistem kerajinan yang saling mendukung, mulai dari produksi hingga pemasaran.
Kolaborasi lintas daerah membuka peluang kerja sama yang lebih luas, seperti pameran bersama, promosi kolektif, hingga pengembangan produk kolaboratif. Dengan demikian, pengrajin tidak berjalan sendiri, tetapi menjadi bagian dari jaringan yang lebih besar.
Dampak Jangka Panjang bagi Pengrajin
Manfaat studi tiru ini diharapkan tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi pengrajin. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam program pembinaan di daerah masing-masing.
Dengan pembinaan yang konsisten dan terarah, pengrajin diharapkan mampu meningkatkan kualitas produksi, memperluas pasar, serta memperkuat posisi mereka dalam rantai ekonomi kreatif.
Sinergi Banten untuk Kemandirian Ekonomi
Sinergi antar Dekranasda di Provinsi Banten menjadi langkah penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Kerajinan lokal yang berkembang dengan baik tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memperkuat identitas budaya daerah.
Kabupaten Tangerang menilai kunjungan Dekranasda Pandeglang sebagai langkah positif yang mencerminkan semangat kolaborasi dan kebersamaan. Sinergi ini diharapkan terus terjalin dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan sektor kerajinan.
Kesimpulan
Kunjungan studi tiru Dekranasda Pandeglang ke Kabupaten Tangerang menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pengrajin di Provinsi Banten. Melalui pertukaran pengalaman, penguatan jejaring, dan kolaborasi berkelanjutan, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan daya saing produk kerajinan lokal.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan peran aktif Dekranasda, sektor kerajinan di Banten berpotensi tumbuh lebih kuat dan mandiri. Studi tiru ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antardaerah adalah kunci dalam membangun ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

Cek Juga Artikel Dari Platform medianews.web.id
