wikiberita.net Universitas Muhammadiyah Surakarta terus beradaptasi dengan dinamika komunikasi digital yang berkembang pesat. Melalui Tim Hubungan Masyarakat (Humas), UMS menggelar kegiatan sarasehan dan koordinasi pemberitaan sebagai langkah strategis untuk memperkuat citra institusi di ruang publik digital.
Kegiatan ini dirancang sebagai forum kolaboratif yang mempertemukan Humas dengan berbagai elemen internal kampus. Fakultas, direktorat, hingga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dilibatkan secara aktif agar proses produksi dan distribusi informasi kampus berjalan lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Pentingnya Sinergi dalam Pemberitaan Kampus
Di era digital, informasi bergerak sangat cepat dan kompetisi perhatian publik semakin ketat. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut unggul dalam akademik, tetapi juga mampu mengomunikasikan capaian dan aktivitasnya secara efektif. UMS menyadari bahwa pemberitaan kampus tidak bisa hanya bertumpu pada satu unit saja.
Kolaborasi lintas unit menjadi kunci agar narasi kampus tersampaikan secara utuh dan konsisten. Setiap fakultas dan unit memiliki aktivitas, prestasi, serta inovasi yang bernilai berita. Jika dikelola dengan baik, hal tersebut dapat memperkuat reputasi institusi di mata masyarakat luas.
Peran Strategis Humas sebagai Penghubung
Kepala Humas UMS, Budi Santoso, menegaskan bahwa sarasehan ini digelar untuk membangun kesamaan visi dalam pengelolaan pemberitaan. Humas tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penghubung antarunit agar pesan yang disampaikan selaras dengan identitas institusi.
Menurutnya, pemberitaan kampus yang kuat membutuhkan kontribusi banyak pihak. Humas berperan sebagai kurator dan fasilitator, sementara fakultas dan mahasiswa menjadi sumber utama konten yang autentik dan aktual.
Fakultas dan Unit sebagai Sumber Cerita
Setiap fakultas di UMS memiliki kekhasan dan keunggulan masing-masing. Mulai dari kegiatan akademik, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga prestasi dosen dan mahasiswa, semuanya memiliki potensi besar untuk diangkat menjadi konten digital.
Melalui forum koordinasi ini, fakultas didorong untuk lebih proaktif dalam mendokumentasikan dan melaporkan kegiatannya. Dengan alur komunikasi yang jelas, informasi dapat disampaikan kepada Humas secara cepat dan akurat, sehingga peluang publikasi di media digital semakin besar.
Mahasiswa dan UKM sebagai Motor Kreatif
Selain fakultas dan unit struktural, mahasiswa juga memiliki peran penting dalam ekosistem komunikasi kampus. Unit Kegiatan Mahasiswa sering menjadi ruang lahirnya kreativitas, inovasi, dan prestasi non-akademik yang menarik perhatian publik.
UMS melihat mahasiswa bukan hanya sebagai objek pemberitaan, tetapi juga subjek dan mitra strategis. Melalui keterlibatan aktif mahasiswa, gaya komunikasi kampus dapat menjadi lebih segar, relevan, dan dekat dengan generasi muda yang mendominasi ruang digital.
Strategi Digital untuk Memperluas Jangkauan
Sarasehan ini juga membahas pentingnya strategi digital yang terarah. Media digital tidak hanya terbatas pada situs resmi kampus, tetapi juga mencakup media sosial, platform berbagi video, dan kanal digital lainnya.
Penguatan strategi digital mencakup konsistensi pesan, kualitas visual, serta pemilihan narasi yang sesuai dengan karakter audiens. Dengan pendekatan ini, pemberitaan kampus tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga mampu membangun engagement dan kepercayaan publik.
Tantangan dan Peluang di Media Digital
Dunia digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang. Di satu sisi, arus informasi yang deras menuntut kecepatan dan ketepatan. Di sisi lain, media digital membuka ruang luas bagi kampus untuk menjangkau audiens tanpa batas geografis.
UMS memandang tantangan ini sebagai peluang untuk berinovasi. Dengan koordinasi yang baik, setiap aktivitas kampus dapat dikemas menjadi cerita yang menarik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Membangun Narasi Positif dan Berkelanjutan
Salah satu tujuan utama dari koordinasi pemberitaan adalah membangun narasi positif yang berkelanjutan tentang UMS. Narasi ini tidak dibangun secara instan, melainkan melalui konsistensi dalam menyampaikan nilai, visi, dan kontribusi kampus bagi masyarakat.
Pemberitaan yang berkelanjutan juga membantu publik memahami peran strategis UMS dalam pendidikan, riset, dan pengabdian. Dengan demikian, citra kampus tidak hanya dikenal, tetapi juga dipercaya.
Budaya Komunikasi yang Kolaboratif
Melalui kegiatan sarasehan, UMS ingin menumbuhkan budaya komunikasi yang kolaboratif di lingkungan kampus. Setiap unit didorong untuk saling berbagi informasi dan mendukung satu sama lain dalam proses publikasi.
Budaya ini penting agar komunikasi kampus tidak terfragmentasi. Dengan kolaborasi yang kuat, pesan institusi dapat disampaikan secara konsisten dan terkoordinasi di berbagai kanal.
Dampak Jangka Panjang bagi Institusi
Penguatan strategi komunikasi digital diyakini akan memberikan dampak jangka panjang bagi UMS. Reputasi kampus yang baik akan meningkatkan kepercayaan masyarakat, memperluas jejaring kerja sama, serta menarik minat calon mahasiswa dan mitra strategis.
Selain itu, keterlibatan mahasiswa dan sivitas akademika dalam pemberitaan juga memperkuat rasa memiliki terhadap institusi. Kampus tidak lagi dipandang sebagai entitas formal semata, tetapi sebagai komunitas yang hidup dan dinamis.
Penutup
Sarasehan dan koordinasi pemberitaan yang digelar UMS menjadi langkah nyata dalam memperkuat komunikasi kampus di era digital. Dengan menyatukan Humas, fakultas, direktorat, dan mahasiswa, UMS membangun fondasi kolaborasi yang solid untuk menghadirkan pemberitaan yang masif, berkualitas, dan berdaya saing.
Melalui strategi digital yang terarah dan sinergi lintas unit, UMS optimistis dapat terus memperkuat citra institusi serta berkontribusi positif dalam ruang publik digital.

Cek Juga Artikel Dari Platform 1reservoir.com
