wikiberita.net Pembangunan sebuah kota tidak selalu dimulai dari proyek besar dan anggaran yang tinggi. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menekankan bahwa fondasi utama pembangunan justru terletak pada hal-hal yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat, yaitu keluarga dan lingkungan sekitar. Menurutnya, kota yang kuat lahir dari keluarga yang harmonis dan masyarakat yang rukun.
Pandangan ini disampaikan Rico Waas dalam kegiatan Safari Asar Pemerintah Kota Medan yang berlangsung di Masjid Al-Hidayah, kawasan Medan Petisah. Dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan, ia mengajak masyarakat untuk kembali melihat peran dasar keluarga dan rumah ibadah dalam membentuk karakter sosial kota.
Keluarga sebagai Unit Terkecil Pembangunan
Rico Waas menegaskan bahwa keluarga adalah unit terkecil sekaligus fondasi utama dalam pembangunan kota. Jika keluarga berada dalam kondisi aman, tenteram, dan harmonis, maka masyarakat akan menjadi lebih kuat. Sebaliknya, jika komunikasi dalam keluarga melemah, dampaknya bisa meluas menjadi persoalan sosial di tingkat lingkungan dan kota.
Ia menyoroti kebiasaan modern yang kerap terjadi di dalam rumah, di mana setiap anggota keluarga sibuk dengan telepon genggam masing-masing. Situasi ini membuat ruang komunikasi semakin menyempit, bahkan ketika seluruh anggota keluarga berada di satu meja makan yang sama.
Menurutnya, kondisi tersebut patut diwaspadai. Ketika komunikasi keluarga tidak terbangun dengan baik, orang tua akan kehilangan kendali terhadap aktivitas, tontonan, dan pergaulan anak-anaknya. Hal ini dapat membuka celah munculnya berbagai masalah sosial yang seharusnya bisa dicegah sejak dini.
Pentingnya Budaya Komunikasi dalam Keluarga
Rico Waas mengajak para orang tua untuk kembali membangun budaya komunikasi di dalam keluarga. Dialog yang sederhana namun rutin dinilai sangat penting untuk menjaga kedekatan emosional antara orang tua dan anak. Dengan komunikasi yang baik, nilai-nilai moral, etika, dan tanggung jawab dapat ditanamkan secara alami.
Ia menekankan bahwa peran orang tua tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh sekolah atau lingkungan luar. Keluarga tetap menjadi ruang pertama dan utama dalam pembentukan karakter generasi muda. Jika keluarga kuat, maka berbagai tantangan sosial dapat dihadapi dengan lebih baik.
Masjid sebagai Pusat Pembinaan Umat
Selain keluarga, Rico Waas juga menyoroti peran strategis masjid dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan penguatan nilai-nilai sosial. Dari masjid, kebersamaan, ilmu pengetahuan, dan karakter masyarakat dapat dibangun.
Ia menegaskan bahwa kualitas umat tidak selalu ditentukan oleh kemegahan bangunan. Masjid yang sederhana pun dapat menjadi pusat peradaban jika jamaahnya aktif, kompak, dan memiliki semangat kebersamaan. Aktivitas keagamaan, pendidikan, dan sosial yang hidup akan memperkuat ikatan antarwarga.
Komitmen Pemerintah dalam Mendukung Rumah Ibadah
Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Kota Medan menyalurkan berbagai bantuan untuk Masjid Al-Hidayah. Bantuan tersebut mencakup dana renovasi, bantuan sosial, sarana olahraga, bibit tanaman, serta fasilitas literasi berupa rak dan koleksi buku bacaan.
Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan masjid sebagai tempat ibadah sekaligus mendukung aktivitas sosial dan pemberdayaan masyarakat sekitar. Pemerintah ingin memastikan bahwa rumah ibadah tidak hanya terawat secara fisik, tetapi juga hidup secara fungsi.
Layanan Publik Hadir di Tengah Masyarakat
Dalam kegiatan Safari Asar tersebut, Pemerintah Kota Medan juga menghadirkan berbagai layanan publik langsung di halaman masjid. Layanan administrasi kependudukan, kesehatan, hingga perizinan usaha disediakan untuk memudahkan masyarakat mengakses pelayanan pemerintah.
Pendekatan ini menunjukkan upaya pemerintah untuk lebih dekat dengan warga. Dengan membawa layanan ke tengah masyarakat, diharapkan hambatan akses dapat dikurangi dan pelayanan menjadi lebih inklusif.
Keamanan dan Kebersihan sebagai Tanggung Jawab Bersama
Rico Waas juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan. Ia meminta aparatur wilayah untuk memastikan kembali berjalannya sistem keamanan lingkungan berbasis gotong royong. Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman.
Selain keamanan, kebersihan lingkungan juga menjadi perhatian serius. Rico Waas menekankan bahwa kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat berdampak besar, termasuk memicu banjir. Ia mengajak warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat
Pesan utama yang disampaikan dalam Safari Asar tersebut adalah pentingnya kolaborasi. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Sebaliknya, masyarakat membutuhkan peran pemerintah sebagai fasilitator dan penggerak.
Kolaborasi antara keluarga, masjid, dan pemerintah diharapkan mampu menciptakan ekosistem sosial yang sehat. Dari ekosistem inilah pembangunan kota dapat berjalan lebih berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan warga.
Ajakan Membangun Kota dari Diri Sendiri
Menutup rangkaian kegiatan, Rico Waas mengajak seluruh masyarakat untuk membangun Kota Medan mulai dari diri sendiri dan keluarga. Ia mengingatkan agar setiap upaya menjaga keharmonisan, ketertiban, dan kebersamaan diniatkan sebagai bagian dari ibadah.
Dengan niat yang baik dan semangat kebersamaan, ia yakin Medan dapat tumbuh menjadi kota yang lebih ramah, aman, dan sejahtera. Pembangunan tidak hanya diukur dari fisik, tetapi juga dari kualitas hubungan sosial di dalamnya.
Kesimpulan
Safari Asar di Masjid Al-Hidayah menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Medan untuk menegaskan arah pembangunan yang berfokus pada fondasi sosial. Rico Waas menekankan bahwa keluarga dan masjid memiliki peran sentral dalam membangun karakter masyarakat dan kekuatan kota.
Melalui penguatan komunikasi keluarga, pemberdayaan masjid, penyediaan layanan publik, serta kepedulian terhadap keamanan dan kebersihan, pembangunan Kota Medan diharapkan berjalan lebih holistik. Dengan kolaborasi semua pihak, Medan dapat dibangun dari rumah dan masjid menuju kota yang lebih harmonis dan berdaya.

Cek Juga Artikel Dari Platform 1reservoir.com
