Jika Terbukti Otak Pembunuhan, Margareth Bisa Dihukum Mati

Jika Terbukti Otak Pembunuhan, Margareth Bisa Dihukum Mati

3319
0
SHARE

Ibu angkat Angeline, Margareth Christina Megawe, bisa terancam dihukum mati. Hal itu diungkapkan oleh pengamat Hukum Pidana UI, Achyar Salmi. Margareth bisa saja dihukum lebih berat dibandingkan tersangka Agus apabila terbukti sebagai otak pembunuhan Angeline.

“Kalau memang sekiranya dia yang menyuruh melakukan atau yang membujuk melakukan, bisa dijerat pasal yang didakwakan sebagai penyertaan yang diatur dalam Pasal 55 KUHP,” kata Achyar Salmi, dilansir dari Republika, Minggu (14/6).

Achyar menambahkan, sesuai Pasal 55 KUHP tentang dalam tindak pidana, di mana Margareth bertindak sebagai aktor intelektual dalam kasus pembunuhan tersebut maka hukuman yang ditimpakan padanya lebih berat daripada eksekutor.

“Karena ini lah yang disebut aktor intelektual. Dia kan yang mempunyai ide menghabisi seseorang. Kalau menurut saya yang melaksanakannya tingkat kejahatannya lebih rendah. Kan mungkin karena terpaksa atau karena diiming-imingin uang,” jelasnya.

Dan, apabila dalam proses pemeriksaan terbukti pembunuhan terencana, Margareth bakal dijerat Pasal 340 KUHP dan terancam hukuman mati. Sementara untuk pembunuhan spontan akan terjerat Pasal 338 KUHP dan terancam hukuman penjara selama lima belas tahun.

“Jadi bisa banyak kemungkinan. Ini kan penyidik yang tahu, karena harus ada 2 alat bukti, menetapan sebagai tersangka. Bukti mana yang dikumpulkan oleh polisi, tentang perbuatan yang mana. Disitulah nanti dilihat UU yang dilanggarnya apa,” ujar Achyar.

Sementra itu, Margareth sudah ditetapkan sebagai tersangka. Namun dengan tuduhan penelantaran anak yang dilaporkan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Denpasar. Penangkapan Margareth merupakan pengembangan dari kesaksian Agus.

“Hasil pemeriksaan ini bisa menjadi bahan pertimbangan ketika kami menyelesaikan berkas perkara kasus yang menyebabkan kematian korban (Angeline), apakah ada kaitannya atau tidak ini kami berproses,” kata Kepala Polda Bali, Inspektur Jenderal Polisi Ronny Sompie di Denpasar.

NO COMMENTS

Comments are closed.